Idealisme Manusiawi dan Idealisme Ketuhanan


Oleh : Albert Christian, SE

Sebagai bangsa kita harus mengingat kembali, sejarah panjang perjuangan bangsa ini untuk memperoleh kemerdekaan. Tidak sedikit nyawa telah dikorbankan dan tidak sedikit pula darah yang telah ditumpahkan bagi Ibu Pertiwi yang tercinta ini. Itu merupakan bukti, bahwa bangsa ini dibangun tidaklah dalam waktu yang singkat dan sekejap mata. Meskipun demikian, para pendiri bangsa tetap rendah diri dan menyadari bahwa perjuangan mereka tidak ada apa-apanya dibanding kehendak Allah Yang Maha Kuasa. Sehingga itu dituangkan ke dalam Pancasila dan UUD 1945.

Baca: Paham Terorisme dan Konspirasi Penguasa

Sejarah juga secara gamblang mencatat, perjuangan kemerdekaan bangsa bukan dipelopori oleh idealisme manusiawi setiap tokohnya melainkan idealisme ketuhanan. Lihatlah apa yang dilakukan para ulama untuk menggerakkan murid-muridnya dalam melawan penindasan. Dengarlah gaungan kalimat takbir "Allahu Akbar" dari mulut para pejuang-pejuang bangsa yang membangkitkan semangat dan memantapkan keyakinan, untuk melawan penjajahan.

Hampir 3 (tiga) abad atau mungkin lebih, bangsa ini telah dirongrong oleh para penjajah Nasrani. Dengan idealisme 3G (Gold, Gospel, Glory) mereka datang untuk merampas bukan hanya kekayaan semata melainkan juga untuk meruntuhkan idealisme bangsa. Tapi mereka tidak tahu, bahwa idealisme yang telah mendarah daging di dalam diri setiap rakyat Indonesia ini bukanlah idealisme seperti yang mereka tawarkan, melalui jalan penjajahan. Idealisme ini telah hadir puluhan abad lebih dahulu, dengan cara santun dan kekeluargaan seperti adat istiadat dari leluhur bangsa. Sehingga, dengan begitu indahnya mampu menjadi pondasi kemerdekaan bangsa Indonesia pada abad-abad setelahnya.

Baca: Pengaruh Penempatan TPS Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Mari kita ingat kembali masa-masa setelah kemerdekaan, betapa hebatnya Bung Karno dengan idealisme nasionalisnya, betapa garangnya Aidit dengan idealisme komunisnya, betapa cemerlangnya Bung Hatta dengan idealisme demokrasinya. Akan tetapi, semua idealisme manusiawi mereka itu akhirnya luntur terkikis oleh zaman. Karena idealisme mereka itu bukan idealisme asli bangsa Indonesia. Idealisme asli bangsa Indonesia adalah idealisme dari seluruh pejuang bangsa bukan individu. Idealisme asli bangsa Indonesia bukanlah idealisme yang menimbulkan perpecahan. Idealisme asli bangsa Indonesia mencakup seluruh idealisme yang ada diseluruh dunia, yaitu idealisme islam.

Idealisme islam mengajarkan nasionalisme, idealisme islam mengajarkan komunisme, idealisme islam juga mengajarkan demokrasi. Dalam islam memperjuangkan kemerdekaan itu merupakan kewajiban (nasionalis), dalam islam semua manusia itu sama dihadapan Allah SWT dan yang membedakan mereka hanyalah ketakwaannya (komunis), dan dalam islam tidak ada kekuasaan absolut kecuali kekuasaan Allah SWT (demokratis).