Silaunya Fatamorgana Kemerdekaan di Masa Rezim Jokowi


Oleh : Albert Christian, SE

Merdeka atau Mati !!!

Slogan itu merupakan cambuk pembakar api semangat dari para pejuang bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Dengan cucuran keringat darah dan air mata, mereka terus berjuang tanpa mengenal rasa takut meskipun harus kehilangan nyawa. Begitu bermaknanya arti dari kemerdekaan itu sehingga mereka menganggap kematian adalah bayaran yang layak untuknya. Bagi mereka hidup tanpa kemerdekaan lebih menyiksa daripada kematian itu sendiri.

Sebagai penghormatan dan untuk menjaga cita-cita para pejuang bangsa dalam memperoleh kemerdekaan, maka diabadikanlah ke dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi : Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh karena itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Setelah beberapa dekade lamanya, kemerdekaan yang telah sangat sulit untuk didapatkan itu akhirnya mulai terkikis. Reformasi yang digadang-gadang merupakan tonggak kemerdekaan kembali bangsa ini dari tangan rezim Orde Baru, mulai kehilangan makna. Sehingga bangsa yang dengan segala kekayaan alamnya dan beragam budayanya ini kembali digiring menuju penjajahan jenis baru, yaitu penjajahan oleh bangsa sendiri. Kemerdekaan yang dalam arti sesungguhnya merupakan kebebasan, kesetaraan dan keadilan kembali direnggut oleh rezim Orde Jokowi. Begitu mudahnya Pemerintah pada rezim ini untuk menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah berdasarkan kepentingan mereka.

Baca: Pengaruh Penempatan TPS Dalam Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Padahal dalam Undang-Undang Dasar 1945, dengan jelas menjamin kemerdekaan bagi rakyat Indonesia untuk berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. Namun dengan kekuatan pamor politiknya yang diprakarsai media informasi yang terstruktur, rezim ini mampu menciptakan situasi di mana kemerdekaan adalah sesuatu yang sesuai dengan tujuan mereka. Sehingga ketika rakyat Indonesia yang mempunyai pandangan berbeda dengan mereka, maka mereka akan mencabut kemerdekaan bagi rakyat Indonesia itu.

Danau kemerdekaan bangsa yang dengan susah payah telah dibangun oleh para pejuang kemerdekaan, kini hanyalah fatamorgana yang menyilaukan. Sekuat apapun berlari untuk mengejar, fatamorgana kemerdekaan yang diidam-idamkan tersebut akan semakin jauh di depan. Pemuda!!! Dimana kau berada?