Antara Al-Qur’an atau Pancasila?

Opini Edisi Aktual

Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yaitu Panca yang artinya Lima dan Sila yang artinya Dasar. Jadi, Pancasila secara istilah berarti Lima Dasar artinya Pancasila merupakan tuntunan (dasar negara) yang menjadi sumber hukum tertinggi bagi bangsa Indonesia. Sedangkan Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad yang menjadi tuntunan bagi seluruh umat Islam dalam menjalankan kehidupan di dunia. Pertanyaanya, bagaimana jika Anda dipaksa untuk memilih antara Al-Qur’an atau Pancasila?

Ada dikotomi secara terang-terangan pada pertanyaan tersebut, sehingga dalam menanggapinya harus dinalari dengan dua pendekatan, yaitu pendekatan secara ilmu pasti (menilai berdasarkan salah atau benar) dan pendekatan secara ilmu psikologis (menilai berdasarkan respon).

Jika jawaban atas pertanyaan tersebut menggunakan pendekatan secara ilmu pasti atau penilaian berdasarkan salah atau benar maka penanya salah jika menentukan jawaban yang benar adalah Pancasila, karena Al-Qur’an adalah tuntunan bagi umat Islam sehingga 100% penjawab yang beragama Islam akan mendahulukan keyakinannya dibanding apapun selain itu. Penyebab utamanya karena seseorang beragama adalah orang yang beriman pada keyakinannya. Butir-butir Pancasila pada sila pertama juga mewajibkan hal itu. Silahkan baca butir-butir Pancasila, sila pertama butir pertama. Sehingga jika penanya menentukan jawaban yang benar pada pertanyaan tersebut adalah Pancasila maka bisa diyakini bahwa si penanya sebenarnya tidak mempunyai wawasan kebangsaan karena tidak mengetahui isi dari butir-butir Pancasila.

Jika jawaban atas pertanyaan tersebut menggunakan pendekatan secara ilmu psikologis atau penilaian berdasarkan respon dari penjawab, maka harusnya tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam jawaban dari pertanyaan tersebut.

Kembali kepada masalah dikotomi yang dilakukan pada Al-Qur’an dan Pancasila, kenapa pendikotomian ini hanya dilakukan pada kepercayaan umat muslim. Di sini muncul pertanyaan baru, siapa dalang dibelakang pertanyaan tersebut? Kenapa tidak mempertanyakan tentang pilihan antara Komunis atau Pancasila, karena berdasarkan sejarah panjang bangsa Indonesia bukankah itu merupakan pertanyaan yang jauh lebih tepat.