Hari Lahirnya Pancasila Dasar Negara

Opini Edisi Aktual

Tanggal 1 Juni merupakan tanggal yang sangat bersejarah bagi Bangsa Indonesia karena tepatnya 76 tahun yang lalu melalui pidatonya pada sidang pertama BPUPKI Ir. Soekarno menyampaikan gagasannya tentang Pancasila sehingga lahirlah ideologi Pancasila seperti sekarang ini.

Ada pelajaran penting yang harus selalu kita ingat, bahwasanya Pancasila telah membuktikan diri sebagai ideologi Bangsa dan Negara Indonesia yang tak tergantikan karena dia mampu untuk bersaing dengan ideologi-ideologi lain. Kemampuan ideologi Pancasila tetap berdiri meskipun telah beberapa kali coba untuk diubah oleh sebagian pihak yang dengan kepentingannya mereka ingin menciptakan atau mendorong rakyat menuju ideologi baru yang tentunya akan menguntungkan bagi mereka sendiri, itu telah menunjukkan bahwa ideologi pancasila bukan hanya milik bangsa dan negara semata bukan hanya milik penggagasnya semata melainkan milik dari setiap individu yang hidup dan tinggal di bumi Ibu Pertiwi yang tercinta ini. Sekarang mari kita bahas alasan ketidak logisan penetapan tanggal 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila.

Pertama, kalau kita mengukur berdasarkan yang paling dahulu dicetuskan, maka gagasan "Lima Dasar" dari H. Mohammad Yamin tanggal 29 Mei 1945 lebih dulu dicetuskan daripada gagasan Pancasila, Trisila dan Ekasila oleh Ir. Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945.

Kedua, kalau kita mengukur berdasarkan nama, maka bukankah Pancasila itu dari bahasa Sanskerta, yaitu Panca artinya Lima dan Sila artinya Dasar. Itu berarti "Lima Dasar" yang dicetuskan oleh H. Mohammad Yamin juga bermakna sama yaitu Lima Dasar yang merupakan arti harfiah dari Pancasila itu sendiri. 

Ketiga, kalau kita mengukur berdasarkan isi yang lebih dan/atau paling mendekati dengan sila-sila pada Pancasila saat ini, tentunya gagasan "Lima Dasar" dari H. Mohammad Yamin tanggal 29 Mei 1945 lebih mendekati dibandingkan gagasan oleh Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945 dan yang lebih mendekati lagi tentunya adalah Piagam Jakarta pada tanggal 22 Juni 1945 dibanding kedua gagasan sebelumnya. Atau paling sah dan benar serta dipakai sampai saat ini adalah isi dari alinea ke-4 pada Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan melalui sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Bukankah tanggal-tanggal tersebut lebih tepat dijadikan hari lahirnya Pancasila dibandingkan dengan tanggal 1 Juni? Secara singkat sila dari Pancasila itu berbunyi, sebagai berikut:
 
1.Ketuhanan
2.Kemanusiaan
3.Persatuan
4.Kerakyatan
5.Keadilan Sosial

Sekarang kita akan membahas kembali isi dari pidato Ir. Soekarno tanggal 1 Juni 1945 yang dianggap sebagai pelopor kelahiran dari Pancasila. Siapakah sosok ahli bahasa yang dimaksud oleh beliau dalam pidatonya tersebut? Kenapa beliau tidak menyebutkan nama si ahli bahasa secara gamblang? Apakah itu bukti keangkuhan beliau yang tidak ingin dikatakan menjiplak, dan beliau takut jika beliau mengatakan nama dari si ahli bahasa tersebut maka nama beliau akan disandingkan dengan nama dari si ahli bahasa. Ataukah itu permintaan dari si ahli bahasa sendiri, jika itu benar permintaan dari si ahli bahasa bukankah lebih baik jika Ir. Soekarno tidak menyebutkan tentang si ahli ini sama sekali ketika menyebutkan nama Pancasila. Namun meskipun demikian, menurut keterangan dari banyak ahli sejarah menunjukkan bahwa si ahli bahasa yang dimaksud oleh Ir. Soekarno adalah H. Mohammad Yamin. Sekali lagi, pertanyaan yang masih membayang dipikiran kita adalah kenapa seorang Jokowi mengesahkan bahwa tanggal 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila, ada apa dibalik semua itu?